Minggu, 22 Agustus 2021

Perkembangan Kesusastraan Belanda (Part 30)

 b.     Aliran pada abad ke-18.

       Pada abad ke-18 terdapat dua aliran, yaitu Frans Classicisme dan Verlichting:

1.       Frans Classicisme (1669-1731).

    Setelah tahun 1669, Nederlandse Literatuur mengalami kemunduran. Setelah 5 penulis besar meninggal (P. C. Hooft, G. A. Bredero, J. Van de Vondel dan kawan-kawan) muncul perkumpulan baru yaitu Nil Volentibus Arduum. Tokoh penting dari Nil Volentibus Arduum ini adalah Andries Pels (1631-1681). Di Nil Volentibus Arduum ini mereka membuat drama sendiri dan membuat buku "Penggunaan dan Penyalahgunaan Toneel (gebruik en misgebruik toneel). Disana mereka juga mengkritik atau memprotes tajam terhadap karya dari penulis terdahulu, seperti P. C. Hooft, Jan Vos, Joost van de Vondel. Kritik tersebut muncul karena penulis-penulis terdahulu menggunakan bahasa yang sulit, struktur yang tidak logis dan sulit dimengerti.

        Genre dari Frans Classicisme ini adalah Toneel dan Gedichten. Aliran ini merupakan aliran yang hampir mirip dengan Renaissance, namun yang dihidupkan kembali adalah masa klasik Perancis.

 

2.       Verlichting (1731-1820).

Ada 2 pandangan:

·         Untuk Belanda dianggap sebagai arah kemunduran, terutama di bidang sastra.

·         Untuk negara Eropa secara keseluruhan dianggap sebagai kemajuan karena dianggap banyak ditemukannya penemuan, salah satunya penemuan mesin.

Ø  Verlichting disebut juga sebagai Aufklarung (Bahasa Jerman) dan enlightment (Bahasa Inggris). Pada abad ini gerakan budaya masyarakat lebih diperdalam yang bertujuan untuk mengeksplor pikiran manusia dengan cara percaya pada pengalaman, indera, terutama rasionalisme. Di abad ini muncul beragam pemikiran untuk mengeksplorasi pikiran manusia.

Ø   Verlichting merupakan pandangan terhadap diri sendiri yang artinya pencerahan.

Ø  Di Eropa, suasana Verlichting sangat luar biasa. Amsterdam mulai kehilangan pamornya karena diambil alih oleh Inggris dan Perancis dalam hal ekonomi. Di Belanda orang kaya makin kaya sehingga rakyat tidak lagi diperhatikan. Melihat kondisi masyarakat yang seperti ini, maka muncullah gerakan masyarakat yang bertujuan untuk mengeksplor pikiran manusia.

 

b.     Aliran pemikiran masa Verlichting:

1.       Rasionalisme.

    Menggunakan akal pikiran atau logika sebagai pedoman untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Bapak rasionalisme adalah René Descartes (bapak filsafat modern). Menurutnya, akal budi adalah alat paling luhur untuk mendapatkan kebenaran. Panca indera hanya berfungsi untuk membuktikan kebenaran tersebut. Hal yang dihasilkan atau ditimbulkan oleh rasionalisme adalah cara berpikir manusia yang lebih kritis. Orientasi pikiran rasionalisme berdasarkan logika namun masih mempercayai keberadaan Tuhan.

2.       Empirisme.

      Mendapatkan ilmu pengetahuan melalui pengalaman dan persepsi. Bapak empirisme adalah Francis Bacon. Menurutnya, panca indera merupakan alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan didapat dari apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita rasa dan apa yang kita raba. Melalui pengalaman itulah kita mendapatkan ilmu pengetahuan.

3.       Kritisisme

    Aliran ini mengkritik paham rasionalisme dan empirisme. Bapak kritisisme adalah Imanuel Kant. Alasan Imanuel Kant mengkritik paham rasionalisme adalah karena hal yang harus ada dalam pemikiran rasionalisme yaitu universal dan apriori. Bersifat universal karena akal budi manusia bersifat universal dan bersifat apriori karena kebenaran yang didapat tidak mesti dialami. Akal budi kita bisa mendapat kebenaran tanpa harus mengalaminya. Sehingga kekurangannya adalah tidak menghasilkan sesuatu yang baru karena hanya menggunakan akal budi yang hanya melakukan perenungan. Disisi lain, jika hanya menggunakan empirisme saja maka juga tidak bisa. Karena empirisme terdapat aposteriori (pengetahuan didapat setelah dialami) dan partikular (yang kita alami hanya bagian kecil). Sehingga ilmu pengetahuan juga kurang berkembang karena kita harus merasakan sesuatu baru mendapat ilmu pengetahuan.

    Sementara itu, Imanuel Kant menginginkan ilmu pengetahuan itu bersifat apriori (kebenaran yang didapat tidak mesti dialami) dan sintesis, bukan aposteriori serta universal. Sebagai contoh: ketika membuat pesawat, kita tidak harus merasakan jatuh dari langit terlebih dahulu. Kita hitung dulu rumusnya baik-baik, gravitasinya, tekanannya dan lain-lain. Hal inilah yang kemudian melahirkan teori-teori.

 

Ø  Pengaruh dari 3 aliran ini adalah ditemukannya banyak penemuan, seperti penemuan mesin cetak, mesin uap dan lain-lain. Penemuan-penemuan tersebut mendorong penemuan lainnya dan pada akhirnya dilakukan pengembangan dalam bidang teknik dan melahirkan industri. Selanjutnya dari industri ini mengakibatkan terjadinya revolusi, yaitu Revolusi Industri. Pada Revolusi Industri ini melahirkan banyak pengangguran karena tenaga kerja manusia digantikan oleh mesin.

Ø  Pengaruh Verlichting ini juga merambah ke dunia spiritual. Kritik pertama jatuh pada Gereja. Orang-orang yang berpikir rasional dan empiris menganggap Injil dan Gereja adalah institusi yang tidak dapat dipercaya. Mereka menganggap gereja melawan kemajuan (vooruitgang) dan ilmu pengetahuan.

Ø  Seiring berjalannya waktu, pemikiran rasional dan empiris melahirkan banyak aliran pemikiran, yaitu:

1.       Deïsme.

        Percaya akan keberadaan Tuhan tapi tidak percaya dengan institusi gereja.

2.       Atheïsme.

       Percaya bahwa Tuhan itu tidak ada. Hal yang di negasikan bukan Tuhan, melainkan umat beragama yang membuat manusia tidak berdaya. Sehingga kecenderungan bergantung pada Tuhan yang seolah-olah menjadi penghalang untuk maju. Pemikiran ini berasal dari filsuf Perancis, Voltaire.

3.       Agnotisme.

     Paham atau pandangan yang tidak memiliki landasan pengetahuan yang cukup terkait keberadaan Tuhan. Penganut paham ini merasa bahwa ada atau tidak ada Tuhan sama saja.

 

Ø  Kemunculan tiga aliran ini mengakibatkan gereja semakin kosong dan orang-orang suci tidak memiliki wibawa.

Ø  Kritik kedua jauh kepada negara. Orang-orang berpikir harus ada persamaan hak. Hak khusus atau privilege mulai dihapuskan. Tidak boleh ada kasta. Oleh karena itu harus dibuat UU. Selanjutnya muncul Trias politika oleh Mostesquieu. Disini masyarakat mendapat peran dalam pemerintahan. Orang-orang kaya menimbulkan jurang pemisah dengan orang miskin sehingga ekonomi mulai diatur ulang. Muncul liberalisme dalam politik yaitu demokrasi dan HAM.

 

Perkembangan Kesusastraan Belanda (Part 29)

 D.      De Achtiende Eeuw.

a.     Keadaan di abad 18:

a)       Bidang politik.

1.       Masa tidak ada Stadhouder.

Ketika Willem III wafat pada tahun 1702, beliau meninggalkan anaknya yang masih kecil. Jadi di masa ini era dimana tidak ada Stadhouder untuk yang kedua kalinya (het tweede Stadhouderloze 1702).

2.        Konflik dengan Patrioten.

Pada awal abad ke-18 terdapat revolusi, salah satunya adalah Revolusi Amerika (1774-1776). Bersamaan dengan itu, di wilayah Nederlanden sendiri terdapat sebuah kaum bernama Patrioten. Kita sebut saja kaum ini sebagai pendukung Willem van Oranje. Mereka adalah kaum yang memiliki modal, kekayaan dan mereka menuntut kebebasan di wilayah Nederlanden yang terinspirasi oleh Revolusi Amerika. Kemudian kaum ini memberontak namun dapat diredam oleh pemerintah. Kaum Patrioten yang selamat melarikan diri ke Perancis yang pada akhirnya berbalik melawan pendukung Willem van Oranje. Kaum ini kemudian ingin Nederlanden berkiblat ke Perancis.

3.       Ada pendukung dan penentang Oranje.

Adapun yang mendukung Oranje adalah orang kaya baru (burgerij) dan masyarakat desa. Sementara yang menentang Oranje adalah kaum Patrioten yang menginginkan Nederlanden berpusat atau berkiblat ke Perancis.

4.        Peta politik di Eropa berubah.

Politik Eropa berubah. Nederlanden tidak lagi menjadi negara yang penting seperti pada abad ke-17.

5.       Nederlanden berada di bawah Perancis.

Pada akhir abad ke-18, Nederlanden berada di bawah kekuasaan Perancis dan namanya berubah menjadi Bataafse Republiek (1795-1806).

 

b)      Bidang Sosial.

1.       Ketimpangan sosial.

Ada jurang antara bovenlaag (masyarakat kelas bawah) dan burgers (masyarakat kelas atas). Muncul masyakarat miskin kota.

2.       Pengaruh Perancis sangat kuat.

Banyak pengaruh Perancis di berbagai aspek, seperti model berpakaian, sopan santun dan bahasa pergaulan. Semakin orang bergaya ala Perancis maka status orang tersebut semakin terangkat atau dianggap orang elit.

 

c)       Ekonomi

1.       Periode kemunduran dan keruntuhan abad ke-17.

Perekonomian menurun jika dibandingkan abad ke-17. Sastra mengalami keruntuhan karena munculnya Nil Volentibus Arduum yang meruntuhkan kemegahan sastra.

2.       Perekonomian menurun.

Perekonomian yang sangat kuat di abad ke-17 mengalami kemunduran di abad ke-18. Hal ini karena kegiatan perdagangan menurun.

3.       Perdagangan menurun.

Perdagangan menjadi menurun karena persaingan dengan Inggris dan Perancis.

Perkembangan Kesusastraan Belanda (Part 28)

 

Cerita De Klucht van De Koe.

Pada suatu hari ada seorang pencuri datang kerumah peternak dan ingin bermalam di rumah peternak tersebut. Akhirnya peternak tersebut mengijinkan pencuri tersebut menginap. Si pencuri bilang bahwa keesokan harinya ia akan pergi ke Amsterdam. Di malam harinya, si pencuri membawa sapi milik peternak ke tempat lain. Namun si pencuri melihat di sekitar puting sapi tersebut terdapat tulisan "boer's koe". Akhirnya sang pencuri mengganti tulisan tersebut menjadi "niet boer's koe" dan meninggalkan sapi tersebut di sebuah ladang.

Pada pagi harinya si pencuri dan peternak pergi ke Amsterdam. Ketika sampai di pasar, si pencuri bilang ke peternak kalo dia ingin bertemu orang yang memberikan dia uang. Akhirnya si pencuri meninggalkan si peternak. Si pencuri pun membawa sapi si peternak ke pasar dan ia melanjutkan perjalanan ke Amsterdam. Di tengah perjalanan, si pencuri bilang kalo dia gak bisa melanjutkan perjalanan dan ia menawarkan sapi milik peternak tersebut untuk dibeli sama si peternak. Akhirnya si peternak membeli sapi tersebut dengan memberikan uang atau satu pot emas kepada si pencuri. Sesampainya di rumah, si peternak kaget bahwa sapinya tidak ada dan baru sadar kalau dia membeli sapinya sendiri sama si pencuri.

Auteur: G. A. Bredero

Personages: peternak, pencuri, sapi.

Genre: Klucht.

Perkembangan Kesusastraan Belanda (Part 27)

 

Cerita Warenar

Disuatu kota di Amsterdam, hidup seorang yang pelit yang bernama Warenar. Suatu ketika Warenar menemukan sebuah pot yang berisi emas dan sejak saat itu ia mencoba menjaga kekayaannya tersebut dari orang lain. Sampai suatu hari, Warenar bertemu dengan tetangganya, Richards. Richards berkata bahwa ia ingin menikahi Klaartje, saudara perempuan Warenar yang sedang hamil. Namun Warenar curiga dan tidak percaya pada Richards. Warenar mengira Richards ingin menikahi Klaartje hanya untuk mengincar hartanya Warenar. Tapi Richards mencoba meyakinkan Warenar bahwa ia tidak ingin harta Warenar, melainkan ia ingin Klaartje.

Berita tentang pernikahan Richards dan Klaartje tersebar luas dan pesta pernikahan diadakan di rumah Warenar. Ketika juru masak Warenar melihat pot yang berisi emas, ia berkata kepada Warenar bahwa pot itu terlalu kecil untuk menjadi wadah makanan. Akhirnya Warenar mengubur pot berisi emas tersebut disebuah kuburan.

Kemudian Richards menemukan harta karun tersebut dan mengambilnya. Sementara itu, saudara perempuan Richards mendengar bahwa anaknya, yaitu Ritsert telah menghamili Klaartje dan ia meminta anaknya si Ritsert untuk menikahi Klaartje. Di satu sisi Warenar marah karena hartanya telah dicuri dan secara kebetulan Ritsert berjalan di sekitar Warenar. Pada saat yang bersamaan Warenar mengira si Ritsert yang telah mencuri hartanya.

Akhirnya Warenar meminta Ritsert mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun Ritsert salah paham, ia mengira bahwa Warenar marah karena menuntut Ritsert untuk bertanggungjawab atas kehamilan Klaartje. Akhirnya kesalahpahaman diantara keduanya pun selesai dan Ritsert berjanji akan menemukan sang pencuri pot emas milik Warenar. Ritsert pun menemukan pot berisi emas tersebut dan memberikannya kepada Warenar sebagai mas kawin untuk menikahi Klaartje.

Auteur: P. C. Hooft

Genre: Toneel non tragedie

Personages: Warenar, Richards, Klaartje, Ritsert, ibu Ritsert (saudara perempuan Richards) dan juru masak.

Perkembangan Kesusastraan Belanda (Part 26)

F.  Nil Volentibus Arduum.

1.   Mempunyai slogan: “Voor die willen, is niets moeilijk”, yang artinya: barang siapa yang bersungguh-sungguh, tidak ada kesusahan.

2.      Sebuah perkumpulan intelektual yang didirikan pada tahun 1669 di Amsterdam.

3.  Setelah 5 penulis besar dan yang lainnya meninggal, muncul generasi baru yang dikomandani oleh Lodewijk Mayer. Ia membentuk De Rederijkerskamer Nil Volentibus Arduum.

4.  Menandai kemunduran sastra, karena sastra sebelum ada Nil Volentibus Arduum, sastra adalah seni tingkat tinggi dan hanya orang dari kelas atas saja yang bisa mempelajarinya. Kehadiran Nil Volentibus Arduum membuat sastra menjadi sebuah kerajinan yang bisa dipelajari oleh setiap orang.

G. Auteurs in de 17de eeuw.

1.       Ada 5 penulis besar pada masa ini, yaitu:

a.       P. C. Hooft.

b.       G. A. Bredero.

c.       Joost van den Vondel.

d.       C. Huygens.

e.       Jacob Cats.

2.       Penulis lainnya:

a.       Samuel Coster.

b.       Jan Vos.

c.       Bontekoe.

d.       Revius.

e.       Tesselschade.

H. Penulis di abad 17.

1.       P. C. Hooft.

a.       Pieter Corneliszoon Hooft (1581-1647).

b.       Disebut sebagai De Eerste Echte Renaissance Dichter.

c.   Penulis yang berasal dari keluarga kaya. Ayahnya seorang walikota. Ia bersekolah di sekolah Latin (hanya untuk orang kaya). Kemudian melakukan perjalanan ke Perancis dan Italia. Disana ia berkenalan dengan sastrawan Renaissance (orang-orang yang menghasilkan sastra Renaissance).

d.      Ia merupakan anggota Eglantier.

e.     Pada tahun 1608, ia mendapat dobel fungsi atau pangkat sebagai Drost van Muiden dan Baljouw van Gocilard.

f.   Tahun 1609, ia menikah dengan Christina van Erp dan tinggal di Muiderslot. Setelah kematian Christina, Hooft menikah lagi dengan Eleonora Hellemans.

g.    Ketika di Muiderslot, ia membuat suatu kelompok dengan pelukis dan orang pandai yang membahas tentang masyarakat, seni dan lain-lain. Kemudian ia bersama Hugo de Groot mendirikan institusi atau yayasan Muiderkring. Hooft menjadi ketua dan kunstenaars (para seniman) menjadi anggota.

h.       Hooft menuliskan karyanya terbagi dalam 3 periode hidupnya:

1.       Muda (menulis puisi).

2.       Zoan (tonnerlstuk).

3.       Laaste periode (historis proza).

i.     Ciri khas penulisannya yaitu genrenya tentang cinta, liederen, ode dan terkenal dengan menulis sonnet. Karya lainnya bergenre lyriek, yaitu bertema percintaan, diambil dari lagu rakyat yang diolah kembali dan lain-lain. Contoh karyanya: Galathea.

j.       Karyanya:

1.     Nederlandse Historien.

Hoofste laatste meestewerk. Berisi tentang sejarah perang 80 tahun. Terinspirasi dari Tacitus melalui tulisannya Romainse Historien.

2.     Karya lainnya bergenre lyriek.

Bertema percintaan, diambil dari lagu rakyat yang diolah kembali dari segi bahasa dan lain-lain. Penuh dengan pergantian. Isinya umum. Karya pentingnya Galathea, zit de dag komt aan, yang berisi percakapan antara Minmaar dan Galathea yang merupakan sepasang kekasih.

3.     Toneel.

Karyanya:

a.       Granida (Herder/pastoralespel), sekitar 1605.

b.       Geraerdt van Velsen (klassieke drama).

c.       Baeto (Germaanse Oudheid).

d. Warenar (Naar Romeinse drama), sekitar 1616. Lihat cerita Warenar di link: Perkembangan Kesusastraan Belanda (Part 27) - KelasPoliglot

2.       G. A. Bredero.

a.       Gerbrandt Andriaanszoon Bredero (1587-1618).

b.       Berasal dari keluarga kaya.

c.       Anggota Eglantier.

d.       Masuk ke Nederduitsche Akademie.

e.    Seorang yang realis. Ia menulis apa yang ada disekitarnya. Terkenal sebagai penulis yang dekat dengan rakyat.

f.   Ia terkenal dengan menulis klucht. Ciri karyanya: spontan, alamiah, memperhatikan lingkungan sekitar, tidak dibuat-buat, apa adanya, merakyat. Jika di toneel, ciri khas karyanya adalah: kluchten dan blijspelen, tidak klasik, settingnya di Amsterdam, diambil dari kisah masa lalu yang disesuaikan dengna lingkungan. Seperti contoh: De Klucht van de Koe.

g.    Gaya Bredero menjadi pembaharuan dalam literatur, yaitu direct (langsung) dan volks (kerakyatan).

h.  Motief: bagaimana semua yang di dunia ini bias berubah. Objek: cerita lucu, petualangan, minum (menikmati alkohol), pesona yang tak tertahankan dari para gadis.

i.         Karya puisinya:

1.       Boertigh.

Bercerita tentang perkelahian di suatu pasar malam di Vinkeveen dengan orang-orang biasa. Puisi ini yang paling terkenal.

2.       Amoureus en Aendachtigh Groot Liedboek (1622).

j.         Het tonnel van Bredero:

1.       Banyak menulis tentang klucht dan blijspelen.

2.       Tidak klasik.

3.       Settingnya di Amsterdam.

4.       Diambil dari kisah masa lalu yang disesuaikan dengan lingkungan.

5.       Karya toneelnya:

a.  De Klucht van de Koe (1612). Lihat ceritanya di link: Perkembangan Kesusastraan Belanda (Part 28) - KelasPoliglot

b.      De Klucht van de Molenaar (1613).

c.       Moortje (1615).

d.       De Spaanschen Brabander (1617).

3.       J. van den Vondel.

a.      Joost van den Vondel (1587-1679).

b.      Penulis yang paling berpengaruh pada abad 17.

c.   Berasal dari Antwerpen. Setelah peristiwa De Val van Antwerpen, ia pindah ke utara bersama keluarganya.

d.     Dia memulai menulis di komunitas De Brabantse Kring, kemudian di Het Wit Lavendel dan pada akhirnya bergabung dengan De Eglantier.

e.   Karyanya berisikan pujian, pembelajaran, verhalende gedichten, leerdichten, lyricshe poezie, gelegenheidsgedichten.

f.    Ia terkenal dengan menulis satire. Ciri khas penulisannya adalah ia menulis aoa yang terjadi disekelilingnya, apa yang ia alami, dan terinspirasi kejadian yang dialami atau terjadi di sekitarnya. Contoh: Het Stokste van Johan van Oldenbarneveldt.

g.      Gedichten van Vondel.

1.     Persoonlijke Leven.

Menulis puisi berdasarkan kejadian yang dialami. Terinspirasi dari meninggalnya istri dan anaknya.

2.     Dari lingkungan sekitar.

Terinspirasi berdasarkan kejadian yang dialami atau terjadi di sekitarnya. Contoh karyanya: Lof der Zeevaert (keterlibatan di tempat ia tinggal) dan Het Stokste van Johan van Oldenbarneveldt (berisi kebenaran terhadap Maurits karena kematian Oldenbarneveldt (hekeldichten).

h.       Toneel van Vondel.

a.     Het Pascha (1612).

Bercerita tentang bebasnya Yahudi dari Mesir.

b.     Palamades (1625).

Bercerita tentang Maurits dan Oldenbarneveldt.

c.     Gijsbrecht van Amstel (1637).

Mendapat banyak kritik dari para pengkhotbah, karena terlalu banyak simpati terhadap agama Khatolik seperti Lucifer, Joseph in Dothan, Adam in ballingshap.

4.       C. Huygens.

1.       Costantijn Huygens (1596-1687).

2.       Dia adalah diplomat yang bekerja di Kementerian Luar Negeri.

3.       Dia merupakan penulis dan musisi.

4.       Merupakan anggota Eglantier.

5.    Ia juga anggota Muiderkring (kelompok intelektual). Ada P. C. Hooft dan Hugo de Groot.

6.     Pendekatannya pada sastra menggunakan pendekatan elitair (elitis), formulasi yang sulit (diformulasikan secara kompleks, karena bahasa yang digunakan sulit. Untuk orang kaya, orang pintar dan sekolah), karyanya sulit dibaca (memiliki seni yang tinggi).

7.    Ia terkenal dengan menulis Puntdicht. Ciri khas karyanya adalah: meringkas beberapa buah pikiran, sehingga padat dan berisi. Menulis dalam bentuk Snelgedichten, Puntdichten (meer dan 3000 snelgedichten).

8.       Karyanya:

a.       Voorhout (eerste belangrijke gedicht).

b.       Costelijke mal, Hofwijk.

c.       Trijntje Cornelisdochter (klucht).

5.       Jacob Cats.

a.       Dikenal dengan Vader Cats.

b.    Dikenal sebagai volksdichter yang karyanya paling populer dan paling sering dibaca pada abad 17.

c.    Ia terkenal dengan menulis emblemata (kombinasi gambar dan tulisan). Ciri karyanya adalah cerita yang ada dalam keseharian dengan masukan-masukan dan pandangan hidup supaya pembaca melakukan hal yang baik dan kebijaksanaan. Dia mempresentasikan gagasan Calvinis sebagai kebijaksanaan hidup dalam karyanya. Contohnya ia menulis seputar masalah seksual yang terdapat moral didalamnya.

d.       Karyanya:

1.       Houwelijk (tentang pernikahan).

2.       Trouringh (cincin kawin).

e.   Ia juga pernah menulis tentang perempuan. Perempuan itu berevolusi dari bayi, anak-anak, dewasa, tua dan lain-lain.

6.       Samuel Coster.

a.       Lahir pada tahun 1579 dan meninggal pada 1665.

b.       Dia menulis banyak tentang toneelstuk seperti boere-klucht van Teeuwis de boer.

c.    Boere-klucht van Teeuwis de boer menceritakan tentang petani yang berpetualang dengan wanita yang dicintainya/istrinya dan selingkuh dengan istrinya sendiri.

7.       Jan Vos.

a.       Lahir pada tahun 1620 dan meninggal pada 1667.

b.       Terkenal dengan menulis toneelstukken dan spektakelstukken.

c.       Dia menulis tragedi seperti Aran en Titus.

8.       W. I. Bontekoe.

a.       Willem Ijsbrantszoon Bontekoe lahir pada tahun 1587 dan meninggal pada 1646.

b.       Menulis tentang reisverhaal of journaal.

c.       Karyanya: Journaal ofte gedenckwaerdeige beschruhuinghe van de Oost-Indische reyse (jurnal perjalanan ke India)

d.       Merupakan kapten VOC.

9.       Jacobus Revius.

a.       Lahir pada tahun 1586 dan meninggal pada 1658.

b.      Seorang pendeta.

Dia menulis banyak puisi dan berperan penting dalam De Statenbijbel (Penerjemahan Bijbel dari bahasa Latin ke Bahasa Belanda).